@ Batik Day

“Sehubungan dengan hari Jumat, 28 Mei 2010 merupakan hari libur nasional,

maka dengan ini diinformasikan penggunaan Baju Batik oleh seluruh karyawan dialihkan ke hari Kamis, 27 Mei 2010. 

Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadi perhatian.

Mari bersama-sama menjadikan **** sebagai tempat kerja yang menyenangkan.

Pengumuman dari HRD itu sampai pada imelku. Hmppt…brarti pake batiknya hari kamis, pake batik yang mana ya? Hehe…maklum punya batik banyak, lebih dari satu (dibawah 5 ding…mau nyombong gak jadi ^^). Beginilah suasana tempat kerjaku. Banyak yang pro dan kontra, salah satunya diriku…^^. Sebenernya sih, enjoy-enjoy aja pakai batik, karena memang suka sekali dengan batik. Apalagi itu merupakan kekayaan khasanah Indonesia, hm….

Jumat pekan lalu menjadi hari pertama secara serentak karyawan menggunakan batik. Gimana ga rame, dengan motif, corak dan warna yang beraneka ragam sliwar sliwer di sebuah perusahaan yang begitu besar. Apalagi ketika jam makan siang tiba…wuih..kya lagi ada hajatan besar disini..^^ didukung sama musik Sunda yang mengiringi jam istirahat itu, bener-bener Jawa Barat banget deh…^^

Namun pekan ini penggunaan batik dimajukan menjadi hari kamis, berhubung jumat besok libur nasional. Ada berbagai macam dampak yang timbul. Pertama, ada yang kalang kabut bingung memakai baju apa, karena batiknya cuma atu-atu nya yang dia punya. Kedua, ada yang kipas-kipas…karena persediaan batiknya ada se-lemari (iya tah?). Ketiga, ada yang memandang ini sebagai kesempatan, maka dibukalah lapak-lapak ilegal dengan memanfaatkan fasilitas imel kantor (ini mah namanya mendulang emas kali yah…).

Indonesia, sebuah negri yang kaya akan beragam jenis budaya. Memang sepatutnyalah kita melestarikan warisan nenek moyang tersebut (jangan sampai diambil lagi license nya sama yang lain, ups!). Salah satunya batik, sebuah corak indah yang ditampilkan dari budaya Jawa (zaman dulu kreatip2 ya, punya sense of imagination yang tinggi). So, jadi kitalah yang mesti meneruskan dan menjaga warisan budaya tersebut.

Jadi kebayang, gimana ya kalau di perusahaan ini nantinya dibebaskan menggunakan baju adat daerah masing-masing ? seru juga tuh, pengenalan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Tapi, tunggu dulu….!!!

Kalau ada karyawan yang dari papua gimana ya? Apa mau mereka pakai pakaian Papua yang secara dah pasti buka aurat, hehehe…. Tapi sepertinya ga masalah, bisa di double.

Okelah, tetaplah jaya bangsaku….

Nasyidan ah….

“Tanah airku Indonesia….

Negeri elok amat kucinta…

Tanah tumpah darahku yang mulia

Yang kupuja sepanjang masa…”

(merem-merem sambil inget2 gerakan pendinginan senam Nusantara 😀 )

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: