Pa Kabar Tulisanku?

”Nulis…???ada apa dengan penulisan? Bukankah itu tinggal ketik mengetik aja?”

 ”Arrrgh…bukan…bukan itu maksudnya.”

”Nulis itu ya nulis, merangkai sebuah huruf menjadi kata-kata, lalu menjadi lagi sebuah kalimat.”

”Tapi gimanapun kalimatnya, mestinya itu bermakna, membawa banyak kebaikan, bukan asal nulis aja.”

”Ya udah, sono nulis, mulai nulis, gitu aja kok repot.”

”Bukan itu masalahnya. Em….susah ngungkapinnya nih. Nulis sih emang gampang, tapi ga bisa ngalir begitu aja kalau ga diasah dan dipaksa.”

”Ya udah mulai gih. Semangat dong…”

Hm…pikiran itu terus saja berkecamuk, antara yang memudahkan dan yang dibikin sulit. Nulis itu emang gampang-gampang susah. Gampang, tinggal ketik. Susah, mikirin apa yang harus diketik (nah lho??). Inspirasi…!! ya inspirasi nya masih butek nih. Terkadang terbersit dalam lintasan pikiran (cie…dramatisir banget) apa yang mau ditulis. Ketika dijalan nemu sebuah hikmah, dalam hati udah bertekad : ”ah, akan ku tulis nih di blog” ataupun ketika denger curhatan teman: ”hm…bagus juga nih kalau diambil pelajarannya, nanti ditulis ahhh…”

Tapi apa sodara-sodara…??? kagak ade atu pun yang nyangkut  ni blog. Alesannya : sibuklah, waktunya kurang lah, males lah, ga dapet kata-kata bagus lah, ruhiyah belum kuat lah, dll yang merupakan sebuah alibi ketidakseriusan dalam tekad memberi hikmah, hhhhh…astaghfirulloh…

Pernah juga terlintas, emang aku buat ni blog untuk apa? Belajar jadi penulis? Jalin silaturahim ? berbagi artikel yang repost dari berbagai sumber? Atau, coba-coba theme yang lucu2 ..? ( T_T ngaku dah….)

Terkadang, ketidakberanian dalam menulis juga jadi hambatan, tidak berani untuk mempertanggung jawabkan tulisan tersebut kalau ada hal-hal yang mendzolimi ataupun keburukan-keburukan yang tercipta (jadi inget, sebuah tulisan yang ku-remove gara2 dapet nasehat…^^)

Hm…ada seorang sastrawan yang menuliskan bahwa :

” Ruh, jiwa atau soul sebuah tulisan adalah hasil internalisasi visi, emosi, dedikasi, pengalaman, logika, wawasan, elan vital (semangat) kontemplasi dan keterampilan teknis seorang penulis. Porsi keterampilan teknis di sini barangkali hanya sekian persen. Karena unsur-unsur lain yang lebih condong mengetuk perasaan atau kalbu justru bisa jadi lebih dominan. Di samping juga ia memenuhi syarat-syarat ketertarikan pembaca dengan sebuah tulisan: novelty (kebaruan, misalnya tema yang baru dan berbeda dari mainstream), similarity (kemiripan dengan keseharian hidup mayoritas pembaca) dan visionary (memiliki pandangan jauh ke depan).

Ruh sebuah tulisan adalah virus yang menular. Ia seperti energi –dalam hukum Kekekalan Energi Newton—yang tak dapat musnah namun berubah bentuk. Energi dari sebuah tulisan karena pancaran energi cita-cita atau semangat sang penulis yang terejawantahkan melalui kata sampailah ke pembaca dalam bentuk inspirasi. Terciptalah keajaiban-keajaiban . Histeria gadis-gadis berjilbab untuk berfoto bersama Kang Abik –panggilan populer Habiburrahman dan berbagai testimoni tentang peningkatan iman para pembaca Muslim, atau tobat totalnya seorang pecandu narkoba setelah membaca karya Andrea Hirata. Merekalah yang hati-hatinya telah tersentuh, tercerahkan. “ (Nursalam AR, Ruh Sebuah Tulisan)

Nah…itu dia jawabannya…

Tulisanku ini masih buuuanyakkk yang harus diperbaiki. Terutama sisi ruhiyah si penulis. Semakin sehat ruhiyahnya, semakin pula ia akan menulis dengan  kacamata iman, tulisannya lebih berbobot pada kebaikan, karena ia menulis dengan hati yang selalu terpaut pada Rabbnya, dan sang Rabb itulah pemilik hati. Maka, akan digetarkannya hati orang yang membaca tulisan yang bersumber dari hati. (jadi bingung sendiri sama tulisan ini).

Hayuk lah dimulai. Benahi ruhiyah, optimalkan amaliyah, dan luaskan fikriyah.

Hayuuuuuuuu….

Bismillah…^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: