Saat Kening Ini Rindu Bumi

Robb….

Wahai Illah yang Penuh Kasih Sayang

Rindu ini sudah tak terperi

Menyayat qolbu

Menghentakkan nurani yang mungkin berkarat

Menghempaskan raga di lorong kerendahan

Lagi

Iklan

Sang Murobbi

Kepada Murobbi/ Murobbiyahku…

Izinkan diri ini mengungkapkan rasa cinta yang tulus kepadamu. Yang telah mengantarkanku pada nilai-nilai Illahiyah. Semoga engkau selalu berada dalam lindunganNya dan keberkahanNya…

Selayaknya bagi jiwa-jiwa yang mengazzamkan dirinya dijalan ini

Menjadikan dakwah sebagai laku utama

Dialah visi, dialah misi, dialah obsesi

Dialah yang menggelayuti disetiap desah nafas

Dialah yang akan mengantarkan jiwa-jiwa ini

Kepada Ridho dan maghfiroh Tuhannya kelak

Lagi

Namamu, Disudut Hatiku (Part 2)

“yang sabar ya Nak, semoga Almarhumah diterima disisiNya”

Hanya kata-kata itu yang terus mampir ditelingaku. Kutatap wajah teduh itu sekali lagi, menyunggingkan senyum indahnya. Ah, mama….engkau telah mendahului kami. Duhai Alloh, lihatlah orang-orang yang tak henti memanjatkan do’a untuknya, jajaran rapi anak-anak SD dan SMP tak kalah terisak mendoakan kepergian guru tersayangnya. Teman, pendidikmu telah menemui Robb nya…ikhlaskan lah ia…

Sebelumnya, malam itu…

“Pak, pasien kami sarankan untuk cuci darah, karena kondisi nya semakin kurang stabil”. Mata papa berkaca-kaca…”apa kata dokter, kami ikuti demi kesehatan istri saya Dok…” serak suara papa menyahut permintaan sang Dokter.

Lagi

Namamu, Ada Disudut Hatiku (Part I)

Sosok itu kini berada di depan mataku. Sosok yang tak pernah kukenal sebelumnya. Wajahnya yang ceria selalu menebarkan senyum kesemua orang. Kutatap lekat wajahnya, ada bias kegembiraan dan keceriaan yang selalu tampak disana. Satu persatu orang-orang berhamburan memberikan selamat kepadanya, tak lupa pula kepadaku yang berada disampingnya. Walau kulirik sebagian, ada juga yang terharu meneteskan air mata.

Ya, hari ini adalah hari pertama aku bertemu dengannya, tapi selanjutnya aku harus menjalani hidup bersama nya. Begitu cepatnya kah hari ini tiba? Saat hati ini belum mampu untuk membuka, meletakkan sebuah nama disudutnya. Yang selamanya nama itu harus kuukir manis direlung jiwa bersama orang yang kucintai lainnya. Terkadang, sebuah kebaikan memang perlu dipaksakan. Namun, mampukah?

Lagi

Catatan Sebuah Perjalanan

DSC00106

Bukit itu harus kudaki, ya…!!! Aku pasti bisa…!!! Allohu Akbar..!!!

Sahabat, ternyata mendaki bukit itu tidak mudah. Perbekalan harus se-optimal mungkin kita persiapkan. Pengetahuan akan sebuah perjalanan selayaknya sudah didapatkan. Sama dengan perjalanan hidup kita. Perbekalan apa yang sudah kita siapkan? Dunia ini adalah tempat persinggahan sementara, perjalanan sebenarnya akan kita hadapi. Banyak berbekal untuk akhirat, begitu kata orang bijak.

Ketika kita mendaki sebuah pegunungan, kita harus mengoptimalkan pernafasan kita. Berhentilah ketika lelah, namun jangan terlalu lama berhenti, karena akan menyebabkan kita memulainya dari nol untuk tenaga yang lebih besar. Begitupun dalan perjalanan hidup kita. Nafas ruhiyah kita harus dioptimalkan sebaik mungkin. Jangan terlalu lambat, dan jangan terlalu cepat. Ketika iman kita lelah, berhentilah sejenak untuk mengumpulkan kembali energi yang lebih besar. Pada dasarnya manusia memang memiliki sifat fujur dan taqwa (Fa-alhamaha fujuuroha wataqwaha), tinggal bagaimana memanage kondisi ketika iman sedang turun, menjadikan kesempatan untuk memuhasabahi diri. Lagi

Proposal Penelitian Seorang Akhwat

Menakar Sensitivitas Akhawat dalam Lirik Nasyid “Maaf Tuk Berpisah” oleh Tashiru dan “Di Batas Waktu” oleh Edcoustic Ditinjau dari Kajian Semiotika Psikologi

Tsaahh!! Keren nggak tuh judul postingan kali ini. Kurang apa lagi coba, dari yang curhat, cuap-cuap, celotehan, sampe tulisan yang berbau ilmiah-pun hadir di blog kesayangan kita ini (heuheuh..). Tapi jangan dibayangkan tulisan ane nanti bakal ngeluarin teori-teori Semiotika Psikologinya Mas Aart van Zoest, Pakde Lacan, atawa Om Freudian. Tenang Prenz, nyantai aja. Kita gak lagi buat penelitian sastra koq. Judul di atas adalah korban dari ke-stress-an ane yang akhir-akhir ini lebih banyak berkutat dalam pembuatan proposal penelitian. (Ooh ida, jangan bawa2 matakuliah ini di blog dunk. Jangan biarkan dia menjadi momok yang menakutkan dan selalu menghantui hari-harimu. Biarkan untuk sekali ini, dirimu merasakan lepas dan bebas dari kejaran deadline Proposal yang bentar lagi harus dikumpulkan. SEMANGAAATTTT!!!) 269340_5186704

Ngomong apaan seh?? Jangan dihiraukan Prens. Ni orang hanya sedikit depresi aja koq. Bentar lagi juga sembuh. Mari kita berdo’a bersama demi kesembuhannya….Berdoa, mulai..!!

Lagi

Riweuh…!!! (Part 2)

Kembali..!!! hal itu terjadi lagi.
Baru aja beberapa hari yang lalu Ane upload tulisan tentang riweuh, eh…terjadi lagi deh sama diriku .. T_T
Jadi cerita nya, Ane jatuh dari angkot Sistah..!!!
Duh, malunya..ditambah jatuhnya itu pas didepan gedung yang lagi rame anak2 muda lagi konkow…

Nah…sodari-sodariku…hal yang menyebabkan diriku terjatuh adalah : Rok yang menyangkut di grendel pintu angkot..!!!
Pas lagi keluar (karena riweuh tadi, buru-buru, rok Ane yang lumayang lebar dan panjang (luas kale..^^) itu nyangkut di grendel. Jadi, serta merta badan Ane mengikuti hukum gravitasi, “gedebug”..jatuh dengan posisi rok masih nyantol.
Pas jatuh, Ane dibantuin dua satpam yang memang lagi jaga digedung itu. Yang satu ngangkat badan Ane (duh Alloh, mohon ampun…) trus yang satunya lagi narik rok yang kecantel dibagian pintu angkot.
yang jadi korban, rok Ane…jadi sobek dikit dibagian bawah, plus luka memar ditangan&telapak…hiks.. T_T
Alhamdulillahnya, Ane pake celana panjang daleman yang jadi “safety”. Lagi

Previous Older Entries