<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Madrasah Peradaban</title>
	<atom:link href="http://madrasahperadaban.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://madrasahperadaban.wordpress.com</link>
	<description>&#34;Seperti pada malam-malam yang gelap, biasanya masih selalu tersisa satu dua bintang di langit. Begitulah para pahlawan dalam sejarah peradabannya. Bahkan ketika sebuah peradaban mulai mendekati senja, menggelinding dari puncak kejayaannya menuju keruntuhannya, masih ada satu dua pahlawan yang tersisa di antara reruntuhan itu&#34; (Anis Matta)</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Jul 2010 05:11:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='madrasahperadaban.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/732d5cb5b97813f4cb429f904f89ce94?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Madrasah Peradaban</title>
		<link>http://madrasahperadaban.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://madrasahperadaban.wordpress.com/osd.xml" title="Madrasah Peradaban" />
	<atom:link rel='hub' href='http://madrasahperadaban.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Gaza Akan Wisuda 12 Ribu Penghafal Al-Qur’an</title>
		<link>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/07/01/gaza-akan-wisuda-12-ribu-penghafal-al-qur%e2%80%99an/</link>
		<comments>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/07/01/gaza-akan-wisuda-12-ribu-penghafal-al-qur%e2%80%99an/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 05:11:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Segores Pena di Sebuah Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lentera Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://madrasahperadaban.wordpress.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[[ 28/06/2010 - 10:30 ] Gaza – Infopalestina: Hampir 12 ribu penghafal al-Qura di Jalur Gaza, setelah mereka menyelesaikan tahap akhir pemantapan selama 60 hari selama berturut-turut. Mereka tersebar pada ratusan pusat penghafal tahfidz Al-Qur’an di Gaza. Termasuk kamp-kamp pengungsian yang dijadikan halaqah-halaqah hifdzil Qur’an. Mereka menamakan halaqah-halaqah tersebut “Generasi Qur’ani Untuk Al-Aqsha” yang berada dibawah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=205&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://madrasahperadaban.files.wordpress.com/2010/07/quran-in-a-european-school3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-206" title="quran-in-a-european-school" src="http://madrasahperadaban.files.wordpress.com/2010/07/quran-in-a-european-school3.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>[ 					28/06/2010 - 10:30  ]</p>
<p><!--Start Article Content--></p>
<p><strong>Gaza – Infopalestina</strong>: Hampir 12 ribu penghafal al-Qura di Jalur Gaza, setelah mereka menyelesaikan tahap akhir pemantapan selama 60 hari selama berturut-turut. Mereka tersebar pada ratusan pusat penghafal tahfidz Al-Qur’an di Gaza. Termasuk kamp-kamp pengungsian yang dijadikan halaqah-halaqah hifdzil Qur’an. Mereka menamakan halaqah-halaqah tersebut “Generasi Qur’ani Untuk Al-Aqsha” yang berada dibawah pembiayaan pemerintah Palestina pimpinan Ismael Haneya dan langsung dibawah pengawasan departemen waqaf dan urusan agama Palestina.</p>
<p>Halaqah-halaqah ini mendapat sambutan luar biasa dari warga. Mereka berlomba-lomba mendaftarkan anak-anaknya pada halaqah tersebut, hingga banyak diantara para perserta yang ditolak, karena tempatnya sudah tak menampung lagi.</p>
<p><strong>Sukses Besar</strong></p>
<p>Sementara itu, Dr. Thalib Abu Syaer, menteri waqaf dan urusan agama Palestina mengatakan, kami sedang berupaya mewisuda sejumlah penghafal Al-Qur’an, setelah sebelumnya sukses selama beberapa tahun terakhir dan tentu kami merasa bangga.</p>
<p>Dalam wawancaranya dengan pusat infopalestina, menteri waqaf mengatakan, jauh-jauh hari kami sudah merencanakan dan menyusun perangkat-perangkat yang diperlukan dalam program kamp qur’ani. Ia berharap programnya ini bisa sukses.</p>
<p>Ia menyebutkan, ada sekitar 870 penghafal Al-Qur’an yang tersebar di 272 pusat tahfidz Al-Qur’an di Jalur Gaza (Rafah, Khanyunis, Gaza Tengah, Gaza, Gaza Utara).</p>
<p>Ia mengisyaratkan, pihaknya sedang mempersiapkan perhelatan akbar dan spectacular untuk memberkan penghargaan pada para penghafal Al-Qur’an. Ia mengungkapkan bangga atas prestasi para penghafal tersebut. ini adalah kebiasaan yang baik yang digalakan pemerintah Palestina melalui menteru waqaf dan urusan agama secara khusus.</p>
<p><span id="more-205"></span></p>
<p><strong>Peningkatan kemampuan dalam membaca dan menghafal</strong></p>
<p>Di sisi lain, Dr. Abdullah Abu Jarbu deputi departemen waqaf mengatakan, proyek hifdzil Al-Qur’an yang dilakukan departemen waqaf ini bertujuan secara langsung mencetak para penghafal Al-Qur’an, disamping meningkatkan bacaan dan mereka, melalui penghafalan Al-Qur’an.</p>
<p>Dr. Abu Jarbu’ menjelaskan, ada sejumlah mahasiswa yang mempunyai predikat al-hafidz. Pihaknya sangat memperhatikan masalah ini dengan memunculkan bakat dan kemampuan mereka dalam menghafal Al-Qur’an. Mereka dipersiapkan untuk mengikuti kamp musabaqah tilawatil al-Qur’an regional dan internasional yang dapat mengangkat derajat Palestina di dunia internasional.</p>
<p><strong>Proyek Besar</strong></p>
<p>Di pihak lain, Diyab Radhi, seorang warga Palestina di Gaza sangat menghargai langkah yang dilakukan departemen waqaf dan urusan agama. Ia mengucapkan terima kasih pada pemerintah dalam hal ini, yang telah mengadakan program kamp hifdzil Al-Qur’an.</p>
<p>Ia menambahkan, kami telah menunggu dengan shabar musim panas tiba untuk memulai proyek besar ini dan agar kita bisa membentuk anak-anak kita dan selanjutnya kita membantu mereka untuk menghafal al-Qur’an dalam waktu tertentu. (asy)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/madrasahperadaban.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/madrasahperadaban.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/madrasahperadaban.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/madrasahperadaban.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/madrasahperadaban.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/madrasahperadaban.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/madrasahperadaban.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/madrasahperadaban.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/madrasahperadaban.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/madrasahperadaban.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/madrasahperadaban.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/madrasahperadaban.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/madrasahperadaban.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/madrasahperadaban.wordpress.com/205/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=205&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/07/01/gaza-akan-wisuda-12-ribu-penghafal-al-qur%e2%80%99an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4fdcc09b60b6c1d52a63342670802be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madrasahperadaban</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://madrasahperadaban.files.wordpress.com/2010/07/quran-in-a-european-school3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">quran-in-a-european-school</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dear Ananda&#8230;</title>
		<link>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/06/10/dear-ananda/</link>
		<comments>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/06/10/dear-ananda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 03:53:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Segores Pena di Sebuah Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lentera Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://madrasahperadaban.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Dear Ananda yang sedang berenang-renang di perut Ummi… Apa kabarmu sayang? Tadi malam Ummi melihatmu, melihat kepalamu, perutmu, kakimu….sungguh air mata Ummi ini tak terbendung ketika membayangkan sosokmu akan hadir ditengah-tengah keluarga ini. Air mata seorang bunda yang merasakan indahnya sebuah penciptaaan. Penciptaan dari Yang Maha Mencipta untuk sebuah ciptaan yang begitu sempurna. Ummi sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=182&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Ananda yang sedang berenang-renang di perut Ummi…</p>
<p>Apa kabarmu sayang?</p>
<p>Tadi malam Ummi melihatmu, melihat kepalamu, perutmu, kakimu….sungguh air mata Ummi ini tak terbendung ketika membayangkan sosokmu akan hadir ditengah-tengah keluarga ini. Air mata seorang bunda yang merasakan indahnya sebuah penciptaaan. Penciptaan dari Yang Maha Mencipta untuk sebuah ciptaan yang begitu sempurna. Ummi sangat bersyukur sekali Alloh masih memberikan nikmat ini.</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/06/10/dear-ananda/"><img src="http://img.youtube.com/vi/8Y1htXFtIMs/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Ananda…</p>
<p><span id="more-182"></span></p>
<p>Dari sekian bulan lamanya, kini Ummi benar-benar merasakan kehadiranmu diperut Ummi. Tendangan-tendangan kecilmu seringkali menghentakkan dan mengagetkan Ummi. Sebenarnya, apa yang kau rasakan disana hingga menendang Ummi? Meski ada saat-saat tertentu, kau menendang ketika jiwa Ummi sedang tidak enak, ataupun sedang berada di lingkungan bising engkau memberikan tanda bahwa engkau sedang tidak suka. Namun, Ummi bahagia sekali dengan adanya tendangan kecil itu, yang membuat tangan Ummi refleks membelaimu dari luar hingga kau terdiam menendang.</p>
<p>Ananda…</p>
<p>Ummi dan Abi akan selalu menantimu…menanti kau hadir didunia ini, dengan sejuta harapan baru. Ummi hanya bisa memohon kepada Alloh, semoga kau selalu sehat disana dan selamat ketika kau lahir, menghirup udara dan membuka mata menatap dunia. Karena, Alloh telah mempercayai kami untuk menjadi orangtua, sebuah amanah yang besar untuk pundak kami yang lemah. Tidak ada kekuatan dari kami, selain Alloh yang membantunya.</p>
<p>Salam untukmu,</p>
<p>-Ummi &amp; Abi-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/madrasahperadaban.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/madrasahperadaban.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/madrasahperadaban.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/madrasahperadaban.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/madrasahperadaban.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/madrasahperadaban.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/madrasahperadaban.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/madrasahperadaban.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/madrasahperadaban.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/madrasahperadaban.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/madrasahperadaban.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/madrasahperadaban.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/madrasahperadaban.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/madrasahperadaban.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=182&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/06/10/dear-ananda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4fdcc09b60b6c1d52a63342670802be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madrasahperadaban</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>@ Batik Day</title>
		<link>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/05/27/batik-day/</link>
		<comments>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/05/27/batik-day/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 10:27:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Segores Pena di Sebuah Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lentera Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://madrasahperadaban.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[“Sehubungan dengan hari Jumat, 28 Mei 2010 merupakan hari libur nasional, maka dengan ini diinformasikan penggunaan Baju Batik oleh seluruh karyawan dialihkan ke hari Kamis, 27 Mei 2010.  Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadi perhatian. Mari bersama-sama menjadikan **** sebagai tempat kerja yang menyenangkan. ” Pengumuman dari HRD itu sampai pada imelku. Hmppt…brarti pake batiknya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=177&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Sehubungan dengan hari <span style="text-decoration:underline;">Jumat, 28 Mei 2010 merupakan hari libur nasional</span>,</p>
<p>maka dengan ini diinformasikan penggunaan Baju Batik oleh seluruh karyawan dialihkan ke hari <strong>Kamis, 27 Mei 2010.</strong> </p>
<p>Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadi perhatian.</p>
<p>Mari bersama-sama menjadikan **** sebagai tempat kerja yang menyenangkan.</p>
<p>”</p>
<p>Pengumuman dari HRD itu sampai pada imelku. Hmppt…brarti pake batiknya hari kamis, pake batik yang mana ya? Hehe…maklum punya batik banyak, lebih dari satu (dibawah 5 ding…mau nyombong gak jadi ^^). Beginilah suasana tempat kerjaku. Banyak yang pro dan kontra, salah satunya diriku…^^. Sebenernya sih, enjoy-enjoy aja pakai batik, karena memang suka sekali dengan batik. Apalagi itu merupakan kekayaan khasanah Indonesia, hm….</p>
<p><span id="more-177"></span></p>
<p>Jumat pekan lalu menjadi hari pertama secara serentak karyawan menggunakan batik. Gimana ga rame, dengan motif, corak dan warna yang beraneka ragam sliwar sliwer di sebuah perusahaan yang begitu besar. Apalagi ketika jam makan siang tiba…wuih..kya lagi ada hajatan besar disini..^^ didukung sama musik Sunda yang mengiringi jam istirahat itu, bener-bener Jawa Barat banget deh…^^</p>
<p>Namun pekan ini penggunaan batik dimajukan menjadi hari kamis, berhubung jumat besok libur nasional. Ada berbagai macam dampak yang timbul. Pertama, ada yang kalang kabut bingung memakai baju apa, karena batiknya cuma atu-atu nya yang dia punya. Kedua, ada yang kipas-kipas…karena persediaan batiknya ada se-lemari (iya tah?). Ketiga, ada yang memandang ini sebagai kesempatan, maka dibukalah lapak-lapak ilegal dengan memanfaatkan fasilitas imel kantor (ini mah namanya mendulang emas kali yah…).</p>
<p>Indonesia, sebuah negri yang kaya akan beragam jenis budaya. Memang sepatutnyalah kita melestarikan warisan nenek moyang tersebut (jangan sampai diambil lagi license nya sama yang lain, ups!). Salah satunya batik, sebuah corak indah yang ditampilkan dari budaya Jawa (zaman dulu kreatip2 ya, punya sense of imagination yang tinggi). So, jadi kitalah yang mesti meneruskan dan menjaga warisan budaya tersebut.</p>
<p>Jadi kebayang, gimana ya kalau di perusahaan ini nantinya dibebaskan menggunakan baju adat daerah masing-masing ? seru juga tuh, pengenalan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke.</p>
<p>Tapi, tunggu dulu….!!!</p>
<p>Kalau ada karyawan yang dari papua gimana ya? Apa mau mereka pakai pakaian Papua yang secara dah pasti buka aurat, hehehe…. Tapi sepertinya ga masalah, bisa di double.</p>
<p>Okelah, tetaplah jaya bangsaku….</p>
<p>Nasyidan ah….</p>
<p>“Tanah airku Indonesia….</p>
<p>Negeri elok amat kucinta…</p>
<p>Tanah tumpah darahku yang mulia</p>
<p>Yang kupuja sepanjang masa…”</p>
<p>(merem-merem sambil inget2 gerakan pendinginan senam Nusantara <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/madrasahperadaban.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/madrasahperadaban.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/madrasahperadaban.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/madrasahperadaban.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/madrasahperadaban.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/madrasahperadaban.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/madrasahperadaban.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/madrasahperadaban.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/madrasahperadaban.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/madrasahperadaban.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/madrasahperadaban.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/madrasahperadaban.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/madrasahperadaban.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/madrasahperadaban.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=177&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/05/27/batik-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4fdcc09b60b6c1d52a63342670802be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madrasahperadaban</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>“Senyuman…Dari Hati”</title>
		<link>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/05/25/%e2%80%9csenyuman%e2%80%a6dari-hati%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/05/25/%e2%80%9csenyuman%e2%80%a6dari-hati%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 May 2010 11:56:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Segores Pena di Sebuah Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lentera Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://madrasahperadaban.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[“De, awali pagi hari itu dengan senyum dan ceria. Karena hal itu akan berdampak pada aktifitas kita sepanjang hari. Jika hati pagi-pagi sudah diliputi senyum dan ceria, maka segara urusan akan riang dikerjakan, tidak menjadi beban berat” Sekilas terngiang kembali nasehat suamiku pagi itu. Hm….senyuman dipagi hari memang akan menuai keriangan sepanjang hari. Dimana setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=171&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://madrasahperadaban.files.wordpress.com/2010/05/baby-massage-smile.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-172" title="baby-massage-smile" src="http://madrasahperadaban.files.wordpress.com/2010/05/baby-massage-smile.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" width="300" height="199" /></a>“De, awali pagi hari itu dengan senyum dan ceria. Karena hal itu akan berdampak pada aktifitas kita sepanjang hari. Jika hati pagi-pagi sudah diliputi senyum dan ceria, maka segara urusan akan riang dikerjakan, tidak menjadi beban berat”</em></p>
<p>Sekilas terngiang kembali nasehat suamiku pagi itu. Hm….senyuman dipagi hari memang akan menuai keriangan sepanjang hari. Dimana setiap hari pasti saja ada masalah yang akan kita hadapi (ga ada masalah, namanya bukan kehidupan donk..^^).</p>
<p>Ngomong-ngomong soal senyuman, ada berbagai macam tipe dalam kehidupan kita yang berhubungan dengan si sunggingan dua bibir itu di rona wajah kita itu. Ada orang yang ketika mendapat musibah dia tersenyum, itu senyum kegetiran. Ada yang menarik kedua ujung bibirnya disertai dengan memincingkan mata dan tautan alis yang menandakan senyuman kelicikan. Ada juga yang tersenyum sambil berkedip-kedip dengan alis berpadu kebawah yang mengartikan senyum memelas. Pun, ada pula yang senyum-senyum sendiri (mau itu campur sedih,  marah, no comment) sambil tatapannya kosong, hiy….itu mah “Orgil”, hehehe….</p>
<p><span id="more-171"></span></p>
<p>Tidak ada yang bisa mengalahkan bahasa tubuh satu ini. Di negara manapun, aktifitas ini pasti sering dilakukan. Bahkan, jika kita tersesat sekalipun, dan tidak bisa berbahasa  dengan bahasa wilayah tersebut, maka senyum adalah pembuka percakapannya. Hm…betapa indah Alloh menciptakan bibir kita sebagai sarana sedekah ini.</p>
<p>Pernah, seorang teman  bercerita. Ada seorang Ustadz yang setiap pagi selalu berjalan dari rumahnya menuju halte angkutan kota. Dan setiap pagi pula beliau bertemu dengan seorang pemuda dengan posisi duduk dan kegiatan yang sama. Beliau berpikir, ada tetangga baru ternyata. Maka, dengan senyum tulusnya beliau selalu menyapa tetangga tersebut seraya mengucapkan salam.</p>
<p>“Assalamu’alaykum Nak…pagi-pagi cari udara segar ya…”</p>
<p>Setiap hari, di waktu  dan tempat yang sama. Awalnya, sang tetangga tersebut cuek, tidak membalas sapaan dan tidak mempedulikan teguran sang Ustadz. Namun, dengan kesabaran sang Ustadz disapanya dengan senyum tulus setiap hari, hatinya akhirnya luluh juga. Hingga suatu pagi, sang pemuda tersebut mau membalas dengan senyuman terindahnya.</p>
<p>Sore harinya, ketika selesai mengisi kajian Mushola, sang Ustadz bertanya kepada tetanga sebelah rumah pemuda tadi.</p>
<p>“Kang, pemuda sebelah rumah Akang ko ga diajak sekalian?” tanya sang Ustadz</p>
<p>“Pemuda yang mana ya Tadz, perasaan tetangga saya itu cuma sepasang suami istri saja” jawab tetangga tersebut.</p>
<p>“Itu lho, yang setiap pagi duduk di teras rumah, saya selalu menyapa dia kok. Dia kemarin juga menyapa saya. Senyumannya indah, meski ga ngomong apa-apa”jelas sang Ustadz.</p>
<p>“MasyaAlloh tadz….itu yang sering pagi-pagi duduk di teras, yang sambil megang-megang  kayu, yang tatapannya sepertinya kosong? Itu kan adiknya si suami yang baru pulang dari RSJ. Kasihan lho Tadz, belum sembuh sudah dibawa pulang, trus  masih muda lagi sudah ga waras. Sering ngamuk. Kemarin juga, anak saya hampir dikejer-kejer kalau kakinya ga dirantai” jelas tetangga tersebut.</p>
<p>“Allohu Akbar…” terperanjatlah sang Ustadz tersebut. Beliau termenung, adalah sebuah hikmah besar baru beliau dapatkan. Ya, senyuman. Selain bernilai sedekah, ia juga menjadi sebuah bahasa hati yang berharga dan mudah diterjemahkan si penerima. Sebuah penerimaan akan dirinya.</p>
<p>Namun, bagaimana caranya agar senyuman tersebut dapat diterima oleh orang lain? Rahasianya ada pada hati kita. Bagaimanakah kondisi hati kita ketika kita tersenyum? Setulus hatikah kita ketika tersenyum?Hm…silakan jawab sendiri yah…^_^ V</p>
<p>Jadi teringat penggalan nasyid yang kusuka :</p>
<p><em>“Tapi senyumlah seikhlas hati…..</em></p>
<p><em>Senyuman…dari hati…..</em></p>
<p><em>Jatuh ke hati….”</em></p>
<p>Yup, senyuman yang seikhlas hati, jatuhnya akan pada hati orang-orang yang kita temui….</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/madrasahperadaban.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/madrasahperadaban.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/madrasahperadaban.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/madrasahperadaban.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/madrasahperadaban.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/madrasahperadaban.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/madrasahperadaban.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/madrasahperadaban.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/madrasahperadaban.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/madrasahperadaban.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/madrasahperadaban.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/madrasahperadaban.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/madrasahperadaban.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/madrasahperadaban.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=171&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/05/25/%e2%80%9csenyuman%e2%80%a6dari-hati%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4fdcc09b60b6c1d52a63342670802be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madrasahperadaban</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://madrasahperadaban.files.wordpress.com/2010/05/baby-massage-smile.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">baby-massage-smile</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Takut Gelap</title>
		<link>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/05/08/jangan-takut-gelap/</link>
		<comments>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/05/08/jangan-takut-gelap/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 08:01:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Segores Pena di Sebuah Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lentera Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://madrasahperadaban.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Hai kawan jangan takut jangan resah Bila lampu kamar mulai dipadamkan Ku kan slalu menyanyikan lagu ini Bila nanti kau tertidur berslimut mimpi Hm….rekans tau kan lirik ini? Sebuah lirik yang mengingatkan kita pada bocah kecil Tasya yang lucu dan imut (bukan yang digambar lho&#8230;^^) memberikan nasehat pada kita kalau mau tidur jangan nyanyi2 sendiri(maksudnya??), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=164&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://madrasahperadaban.files.wordpress.com/2010/05/1324227p.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-165" title="1324227p" src="http://madrasahperadaban.files.wordpress.com/2010/05/1324227p.jpg?w=535" alt=""   /></a>Hai kawan jangan takut jangan resah</em></p>
<p><em>Bila lampu kamar mulai dipadamkan</em></p>
<p><em>Ku kan slalu menyanyikan lagu ini</em></p>
<p><em>Bila nanti kau tertidur berslimut mimpi</em></p>
<p>Hm….rekans tau kan lirik ini? Sebuah lirik yang mengingatkan kita pada bocah kecil Tasya yang lucu dan imut (bukan yang digambar lho&#8230;^^) memberikan nasehat pada kita kalau mau tidur jangan nyanyi2 sendiri(maksudnya??), he….becanda.</p>
<p>Gini, tulisanku kali ini akan berkisah tentang gelapnya kamar saat tidur, maksudnya adalah manfaat kalau kita tertidur dengan kondisi gelap (lampu tidak menyala).</p>
<p>Hal ini bermula dari obrolanku dengan teman kerja. Awalnya, kita bahas tentang cara pemasangan lampu, trus beralih ke lampu-lampu yang bermerk dengan kualitas Ok punya, trus beralih lagi ke topik tidur dengan kondisi lampu menyala (hupfhhh…dasar ibu-ibu, kalau dah kumpul ya ngobrolnya ngalor-ngidul <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Jadi intinya yang mau diambil disini bahwa, temenku itu  tidak akan bisa tidur kalau lampu menyala. Dia akan merasa gelagapan saat bangun jika lampunya dimatikan, banyak nyampuk kalau gelap dan merasa seram atawa takut kalau-kalau ada “uha-uha” (silakan terjemahin sendiri).</p>
<p><span id="more-164"></span></p>
<p>Aku teringat juga akan kisahku saat Mabit di sebuah Masjid Kampus disudut kota (lebih tepatnya sekarang Kabupaten) Bandung. Dimana saat itu malam telah larut, tapi masih saja ada perdebatan tentang mematikan lampu atau tidak diantara para akhwat tersebut.</p>
<p>“Nanti kalau ga dimatikan, bisa keliatan dari luar gimana? Kan ga ahsan” sebuah suara terdengar.</p>
<p>“Ukh, kalau gelap bagaimana dengan peserta yang merasa dadanya sesak kalau gelap? Kan kasian tuh” yang lain menimpali.</p>
<p>“Lagian, nanti yang ada juga pada ngobrol kalau lampunya ga dimatiin. Setidaknya mereka langsung diem, mendengkur kalau gelap, hehehe” masih dengan sumber yang sama.</p>
<p>“Hm…. Ya udah deh, yang ga bisa tidur kalau lampunya dimatiin, kita pisahin aja”</p>
<p>Alhasil, beberapa akhwat yang tidak suka gelap terpisah dari teman-temannya dan mojok disudut ruangan yang masih terkena cahaya lampu dari luar (kasian banget yah).</p>
<p>So, nyambung ga dengan prolog diatas? Ya tentu nyambung dong. Banyak orang yang merasa kesulitan tidur saat lampu dimatikan, dengan beberapa alasan yang dikemukakan diatas tentunya. Jadi penasaran, apa sih manfaat tidur dalam nuansa gela dan apa bahayanya kalau lampu menyala. Setelah minta pendapat ke Mbah Google, dan menemukan artikel dari beberapa sumber, berikut cuplikannya :</p>
<p>“Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia. Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.</p>
<p>Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.</p>
<p>Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.</p>
<p>Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.</p>
<p>Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.</p>
<p>Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.</p>
<p>Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.” (<a href="http://apakabardunia.com/">http://apakabardunia.com</a>)</p>
<p>Dari tadi banyak kata-kata melantonin, apa sih melantonin itu? Dari pencarian di mbah Google juga, didapatkan hasilnya, bahwa :</p>
<p>“Hormon melatonin adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar pineal didalam otak dan pembentukannya akan dipicu oleh gelap. Kadarnya paling tinggi ditemukan menjelang pagi hari sekitar jam 02 00 – 04 00 dan paling rendah di sore hari. Hormon ini mengatur mengatur bioritme atau irama tubuh dalam hal pengaturan tidur. Ini juga menjawab kenapa orang bertambah usia semakin sedikit tidurnya, karena hormon melatonin ini alamiah akan mengalami penurunan sejalan dengan bertambahnya usia manusia biasanya akan mengalami penurunan yang drastis sekitar usia 40 tahun sehingga dengan menurunnya hormon ini maka kualitas tidurpun akan menurun dan dampak yang sering dialami adalah irama tidur akan berubah kadang mengalami kesulitan tidur. Manfaat lain melatonin adalah sebagai anti oksidan yang larut dalam lemak dan air, meningkatkan imun tubuh menimbulkan relaksasi otot dan membantu meningkatkan mood dan menghilangkan ketegangan. Jadi sebaiknya kalau tidur lampu dimatikan agar bisa memaksimalkan produksi melatonin. “ (<a href="http://hartadi.com">http://hartadi.com</a>)</p>
<p>Nah….rekans, kesimpulan akhir dari dokter Hartadi tersebut adalah sebaiknya tidak tidur setelah subuh (ups, maaf ga nyambung). Kesimpulan mah bisa diambil masing-masing, sesuai dengan tingkat kecerdasan dalam menyimpulkan (muter-muter lagih !).</p>
<p>Oke deh, satu lagi. Ada pesan penting juga yang disampaikan Tasya dalam lagunya, yaitu :</p>
<p><em>Berdoalah sebelum kita tidur</em></p>
<p><em>Jangan lupa cuci kaki tanganmu</em></p>
<p><em>Jangan lupa doakan mama papa kita</em></p>
<p>Hoaaahm….jadi ngantuk….  -_-</p>
<p>Wassalam….</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/madrasahperadaban.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/madrasahperadaban.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/madrasahperadaban.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/madrasahperadaban.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/madrasahperadaban.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/madrasahperadaban.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/madrasahperadaban.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/madrasahperadaban.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/madrasahperadaban.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/madrasahperadaban.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/madrasahperadaban.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/madrasahperadaban.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/madrasahperadaban.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/madrasahperadaban.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=164&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/05/08/jangan-takut-gelap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4fdcc09b60b6c1d52a63342670802be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madrasahperadaban</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://madrasahperadaban.files.wordpress.com/2010/05/1324227p.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1324227p</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pa Kabar Tulisanku?</title>
		<link>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/05/07/pa-kabar-tulisanku/</link>
		<comments>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/05/07/pa-kabar-tulisanku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 08:02:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Segores Pena di Sebuah Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lentera Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://madrasahperadaban.wordpress.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[”Nulis&#8230;???ada apa dengan penulisan? Bukankah itu tinggal ketik mengetik aja?”  ”Arrrgh&#8230;bukan&#8230;bukan itu maksudnya.” ”Nulis itu ya nulis, merangkai sebuah huruf menjadi kata-kata, lalu menjadi lagi sebuah kalimat.” ”Tapi gimanapun kalimatnya, mestinya itu bermakna, membawa banyak kebaikan, bukan asal nulis aja.” ”Ya udah, sono nulis, mulai nulis, gitu aja kok repot.” ”Bukan itu masalahnya. Em&#8230;.susah ngungkapinnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=154&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://madrasahperadaban.files.wordpress.com/2010/05/writing21.gif"><img class="alignleft size-medium wp-image-160" title="writing2" src="http://madrasahperadaban.files.wordpress.com/2010/05/writing21.gif?w=300&#038;h=282" alt="" width="300" height="282" /></a>”Nulis&#8230;???ada apa dengan penulisan? Bukankah itu tinggal ketik mengetik aja?”</p>
<p> ”Arrrgh&#8230;bukan&#8230;bukan itu maksudnya.”</p>
<p>”Nulis itu ya nulis, merangkai sebuah huruf menjadi kata-kata, lalu menjadi lagi sebuah kalimat.”</p>
<p>”Tapi gimanapun kalimatnya, mestinya itu bermakna, membawa banyak kebaikan, bukan asal nulis aja.”</p>
<p>”Ya udah, sono nulis, mulai nulis, gitu aja kok repot.”</p>
<p>”Bukan itu masalahnya. Em&#8230;.susah ngungkapinnya nih. Nulis sih emang gampang, tapi ga bisa ngalir begitu aja kalau ga diasah dan dipaksa.”</p>
<p>”Ya udah mulai gih. Semangat dong&#8230;”</p>
<p>Hm&#8230;pikiran itu terus saja berkecamuk, antara yang memudahkan dan yang dibikin sulit. Nulis itu emang gampang-gampang susah. Gampang, tinggal ketik. Susah, mikirin apa yang harus diketik (nah lho??). Inspirasi&#8230;!! ya inspirasi nya masih butek nih. Terkadang terbersit dalam lintasan pikiran (cie&#8230;dramatisir banget) apa yang mau ditulis. Ketika dijalan nemu sebuah hikmah, dalam hati udah bertekad : ”ah, akan ku tulis nih di blog” ataupun ketika denger curhatan teman: ”hm&#8230;bagus juga nih kalau diambil pelajarannya, nanti ditulis ahhh&#8230;”</p>
<p>Tapi apa sodara-sodara&#8230;??? kagak ade atu pun yang nyangkut  ni blog. Alesannya : sibuklah, waktunya kurang lah, males lah, ga dapet kata-kata bagus lah, ruhiyah belum kuat lah, dll yang merupakan sebuah alibi ketidakseriusan dalam tekad memberi hikmah, hhhhh&#8230;astaghfirulloh&#8230;</p>
<p><span id="more-154"></span></p>
<p>Pernah juga terlintas, emang aku buat ni blog untuk apa? Belajar jadi penulis? Jalin silaturahim ? berbagi artikel yang repost dari berbagai sumber? Atau, coba-coba theme yang lucu2 ..? ( T_T ngaku dah&#8230;.)</p>
<p>Terkadang, ketidakberanian dalam menulis juga jadi hambatan, tidak berani untuk mempertanggung jawabkan tulisan tersebut kalau ada hal-hal yang mendzolimi ataupun keburukan-keburukan yang tercipta (jadi inget, sebuah tulisan yang ku-remove gara2 dapet nasehat&#8230;^^)</p>
<p>Hm&#8230;ada seorang sastrawan yang menuliskan bahwa :</p>
<p>” Ruh, jiwa atau soul sebuah tulisan adalah hasil internalisasi visi, emosi, dedikasi, pengalaman, logika, wawasan, elan vital (semangat) kontemplasi dan keterampilan teknis seorang penulis. Porsi keterampilan teknis di sini barangkali hanya sekian persen. Karena unsur-unsur lain yang lebih condong mengetuk perasaan atau kalbu justru bisa jadi lebih dominan. Di samping juga ia memenuhi syarat-syarat ketertarikan pembaca dengan sebuah tulisan: novelty (kebaruan, misalnya tema yang baru dan berbeda dari mainstream), similarity (kemiripan dengan keseharian hidup mayoritas pembaca) dan visionary (memiliki pandangan jauh ke depan).</p>
<p>Ruh sebuah tulisan adalah virus yang menular. Ia seperti energi &#8211;dalam hukum Kekekalan Energi Newton—yang tak dapat musnah namun berubah bentuk. Energi dari sebuah tulisan karena pancaran energi cita-cita atau semangat sang penulis yang terejawantahkan melalui kata sampailah ke pembaca dalam bentuk inspirasi. Terciptalah keajaiban-keajaiban . Histeria gadis-gadis berjilbab untuk berfoto bersama Kang Abik –panggilan populer Habiburrahman dan berbagai testimoni tentang peningkatan iman para pembaca Muslim, atau tobat totalnya seorang pecandu narkoba setelah membaca karya Andrea Hirata. Merekalah yang hati-hatinya telah tersentuh, tercerahkan. “ (Nursalam AR, <em>Ruh Sebuah Tulisan</em>)</p>
<p>Nah&#8230;itu dia jawabannya&#8230;</p>
<p>Tulisanku ini masih buuuanyakkk yang harus diperbaiki. Terutama sisi ruhiyah si penulis. Semakin sehat ruhiyahnya, semakin pula ia akan menulis dengan  kacamata iman, tulisannya lebih berbobot pada kebaikan, karena ia menulis dengan hati yang selalu terpaut pada Rabbnya, dan sang Rabb itulah pemilik hati. Maka, akan digetarkannya hati orang yang membaca tulisan yang bersumber dari hati. (jadi bingung sendiri sama tulisan ini).</p>
<p>Hayuk lah dimulai. Benahi ruhiyah, optimalkan amaliyah, dan luaskan fikriyah.</p>
<p>Hayuuuuuuuu&#8230;.</p>
<p>Bismillah&#8230;^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/madrasahperadaban.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/madrasahperadaban.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/madrasahperadaban.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/madrasahperadaban.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/madrasahperadaban.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/madrasahperadaban.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/madrasahperadaban.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/madrasahperadaban.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/madrasahperadaban.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/madrasahperadaban.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/madrasahperadaban.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/madrasahperadaban.wordpress.com/154/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/madrasahperadaban.wordpress.com/154/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/madrasahperadaban.wordpress.com/154/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=154&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/05/07/pa-kabar-tulisanku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4fdcc09b60b6c1d52a63342670802be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madrasahperadaban</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://madrasahperadaban.files.wordpress.com/2010/05/writing21.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">writing2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daftar Anggota DPR RI PKS Berikut Komisi-komisinya</title>
		<link>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/02/26/daftar-anggota-dpr-ri-pks-berikut-komisi-komisinya/</link>
		<comments>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/02/26/daftar-anggota-dpr-ri-pks-berikut-komisi-komisinya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 09:42:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Segores Pena di Sebuah Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lentera Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/02/26/daftar-anggota-dpr-ri-pks-berikut-komisi-komisinya/</guid>
		<description><![CDATA[BIDANG POLITIK DAN KEAMANAN (KORPOLKAM) : Kordinator Drs. H. Priyo Budi Santoso Komisi I (Pertahanan, Luar Negeri &#38; Informasi) Almuzammil Yusuf (Kapoksi), M. Hidayat Nurwahid, Luthfi Hasan Ishaq (KETUA KOMISI), Kemal Azis Stamboel Komisi II (Pemerintahan dalam Negeri, Otonomi Daerah, Aparatur Negara, &#38; Agraria) Agus Purnomo (Kapoksi), Gamari Sutrisno, Mahfudz Sidik, Tossy Aryanto, Aus Hidayat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=146&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BIDANG POLITIK DAN KEAMANAN (KORPOLKAM) : Kordinator Drs. H. Priyo Budi Santoso</p>
<p>Komisi I (Pertahanan, Luar Negeri &amp; Informasi)</p>
<p>Almuzammil Yusuf (Kapoksi), M. Hidayat Nurwahid, Luthfi Hasan Ishaq (KETUA KOMISI), Kemal Azis Stamboel</p>
<p>Komisi II (Pemerintahan dalam Negeri, Otonomi Daerah, Aparatur Negara, &amp; Agraria)</p>
<p>Agus Purnomo (Kapoksi), Gamari Sutrisno, Mahfudz Sidik, Tossy Aryanto, Aus Hidayat Nur</p>
<p>Komisi III (Hukum &amp; Perundang-Undangan, Hak Azasi Manusia, &amp; Keamanan)</p>
<p>Fahri Hamzah (WAKA KOMISI), Buchori Yusuf (Kapoksi), Adang Darajatun, M. Nasir Djamil, Sunmanjaya</p>
<p>BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen)</p>
<p>M. Hidayat Nur Wahid (KETUA BKSAP), Ma&#8217;mur Hasanudin (Kapoksi), Herlini Amran, Adang Darajatun, Zulkifliemansyah<br />
<span id="more-146"></span><br />
BALEG (Badan Legislatif)</p>
<p>Sunmanjaya (Kapoksi), Surahman Hidayat, Buchori Yusuf, Memed Sosiawan, Almuzammil Yusuf</p>
<p>BAMUS (Badan Musyawarah)</p>
<p>Mustafa Kamal, Zuber Safawi, Syahfan Badri Sampurno, Ledia Hanifa, Memed Sosiawan, M. Nasir Jamil</p>
<p>BIDANG INDUSTRI DAN PEMBANGUNAN (KORINBANG) : Kordinator Ir. H. Pramono Anung Wibowo,</p>
<p>MM.</p>
<p>Komisi IV (Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, &amp; Pangan)</p>
<p>Rofi&#8217; Munawar (Kapoksi), Ma&#8217;mur Hasanudin, Tamsil Linrung, Nabiel Fuad Al Musawwa, Anshori Siregar</p>
<p>Komisi V (Perhubungan, Telekomunikasi, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan &amp; Kawasan Tertinggal)</p>
<p>Arifinto (Kapoksi), Memed Sosiawan, Abdul Hakim, Syahfan Badri Sampurno, Yudi Widiana Adia</p>
<p>Komisi VI (Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, UKM, Investasi &amp; BUMN)</p>
<p>Yan Herizal (Kapoksi), Refrizal, Martri Agoeng, Mahfudz Abdurrahman, Misbakhun</p>
<p>Komisi VII (Energi, Sumber Daya Mineral, Riset &amp;Teknologi, &amp; Lingkungan Hidup)</p>
<p>Sigit Sosiantomo (Kapoksi), Zulkifliemansyah, Sugihono, Ahmad Relyadi</p>
<p>BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT (KORKESRA) : Kordinator Dr. Marwoto Mitrohardjono, SE. MM.</p>
<p>Komisi VIII (Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan &amp; Perlindungan Anak)</p>
<p>Yoyoh Yusroh (WAKA KOMISI), Iskan Qalba Lubis (Kapoksi), Nur Hasan Zaidi, H. Rahman Amin, Jazuli Juwaeni</p>
<p>Komisi IX (Kependudukan, Kesehatan, Tenaga Kerja &amp; Transmigrasi)</p>
<p>Chairul Anwar (Kapoksi), Zuber Safawi, Abdul Azis Suseno, Ledia Hanifa, Aboe Bakar</p>
<p>Komisi X (Pendidikan, Pemuda, Olahraga, Pariwisata, Kesenian &amp; Kebudayaan)</p>
<p>Ahmad Zainuddin (Kapoksi), Herlini Amran, Raihan Iskandar, Akbar Zulfakkar, Irwan Prayitno</p>
<p>BK (Badan Kehormatan)</p>
<p>Anshori Siregar</p>
<p>BIDANG EKONOMI DAN KEUANGAN (KOREKKU) : Kordinator H.M. Anis Matta, Lc.</p>
<p>Komisi XI (Keuangan, Perencanaan, Pembangunan Nasional, Perbankan &amp; Lembaga Keuangan Bukan Bank)</p>
<p>M Sohibul Iman (WAKA KOMISI), Ecky Awal Muharam (Kapoksi), Surahman Hidayat, Mustafa Kamal, Andi Rahmat</p>
<p>BAKN (Badan Akuntabilitas Keuangan Negara)</p>
<p>Ecky Awal Muharam</p>
<p>BANGGAR (Badan Anggaran)</p>
<p>Tamsil Linrung (Waka), Kemal Azis Stamboel (I), Syahfan Badri Sampurno (V), Martri Agoeng (VI), Sigit Sosiantomo (VII), Jazuli Juwaeni (VIII), Aboe Bakar (IX), Irwan Prayitno (X), Andi Rahmat (XI)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/madrasahperadaban.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/madrasahperadaban.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/madrasahperadaban.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/madrasahperadaban.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/madrasahperadaban.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/madrasahperadaban.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/madrasahperadaban.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/madrasahperadaban.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/madrasahperadaban.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/madrasahperadaban.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/madrasahperadaban.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/madrasahperadaban.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/madrasahperadaban.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/madrasahperadaban.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=146&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2010/02/26/daftar-anggota-dpr-ri-pks-berikut-komisi-komisinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4fdcc09b60b6c1d52a63342670802be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madrasahperadaban</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkelana Dalam Pilihan</title>
		<link>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2009/12/09/berkelana-dalam-pilihan/</link>
		<comments>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2009/12/09/berkelana-dalam-pilihan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 06:03:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Segores Pena di Sebuah Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lentera Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://madrasahperadaban.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[(Salim A. Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang, hal. 117-125) Ya Allah, Sesungguhnya Kau uji aku dengan nikmat-nikmat Lalu aku bisa bersyukur Itu lebih aku sukai, Daripada Kau uji aku dengan musibah-musibah Lalu aku harus bersabar -Abu Darda, RA- Jika kita ditimpa musibah atau dikaruniai nikmat, maka menisbatkannya kepada takdir dan ketetapan Allah adalah hal yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=143&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Salim A. Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang, hal. 117-125)</p>
<p style="text-align:center;">Ya Allah,</p>
<p style="text-align:center;">Sesungguhnya Kau uji aku dengan nikmat-nikmat</p>
<p style="text-align:center;">Lalu aku bisa bersyukur</p>
<p style="text-align:center;">Itu lebih aku sukai,</p>
<p style="text-align:center;">Daripada Kau uji aku dengan musibah-musibah</p>
<p style="text-align:center;">Lalu aku harus bersabar</p>
<p style="text-align:center;">-Abu Darda, RA-</p>
<p>Jika kita ditimpa musibah atau dikaruniai nikmat, maka menisbatkannya kepada takdir dan ketetapan Allah adalah hal yang baik. Minimal, tidak masalah. Pada nikmat-nikmat itu kita berucap, “Alhamdulillah”. Dan atau menambahkan “jazakumullahu khairan”, ketika ada peran sesama yang terasa padanya.</p>
<p>Pada musibah-musibah itu kita berucap,”Innalillahi wa innalilaihi roji’un”. Tambahan, semisal ada yang menyergah, “Sebenarnya kalau kamu hati-hati, kamu pasti nggak jatuh!”, kita akan menjawab, “Iya, maaf. Saya memang kurang hati-hati. Tapi ini sudah ketentuan Alloh kok.”</p>
<p>Jawaban ini akan menjauhkan kita dari sesal kemudian yang tak berguna. Terlebih lagi, kita memang harus menutup “seandainya” atau “kalau saja”, agar tak menjadi gerbang hati penyambut syaitan. Sebaliknya, menisbatkan maksiat kepada takdir adalah perkara yang terlarang.</p>
<p>Adalah seorang santri suatu malam memanjat pohon rambutan di rumah Ustadznya. Dan ia membawa karung. Diunduhnya semua yang terjangkau oleh tangannya. Arkian santri – santri sekompleksnya pun kenyang rambutan malam itu. Keesokan harinya, tanpa penyelidikan yang muluk-muluk, para santri yang tak kebagian rambutan sudah menunjukkan tersangkanya pada Ustadz.</p>
<p>Sang guru bertanya, “Mengapa kau curi rambutan?”</p>
<p>“Takdir Ustadz..”</p>
<p>Sang Ustadz menjewer telinga santrinya, memuntirnya, sampai tubuh bersarung itu terputar-puntir mengikuti telinganya.</p>
<p>“Adao.. Sakit Ustadz. Kok saya dihukum? Padahal saya mencuri itu kan sudah menjadi takdir Allah?”</p>
<p>“Lho,jeweran ini juga takdir!” Begitulah takdir.</p>
<p>Hanya disebut begitu ketika sudah terjadi. Tapi dalam hal berbuat maksiat, janganlah kita menisbat. Karena selalu ada ruang di antara rangsangan dan tanggapan. Dan ruang itu berisi pilihan-pilihan. Maka itulah gunanya misteri takdir. Agar kita memilih di antara bermacam tawaran. Untuk menyusun cita dan rencana. Lalu bertindak dengan prinsip indah, “kita bisa lari dari takdir Allah yang satu ketakdir Allah yang lain, dengan takdir Allah pula.”</p>
<p><strong>Antara Dua Wanita</strong></p>
<p><span id="more-143"></span></p>
<p>Bahwa ada pilihan-pilihan dalam menyusun cita dan langkah di jalan cinta para pejuang, biarlah kali ini dua orang wanita yang mengajari kita. Wanita pertama bernama Habibah binti Sahl. Inilah Imam Al Bukhari meriwayatkannya. “sesungguhnya”, kata Ibnu Abbas,”Habibah binti Sahl istri Tsabit ibn Qais telah menghadap kepada Nabi Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam. Ia berkata, “Ya Rasulullah, saya tidak mencela akhlaq dan agamanya, tetapi saya tidak menyukai kekufuran dalam Islam.”</p>
<p>Rasulullah Shallaahu A’laihi wa Sallam bersabda,”maukah engkau mengmbalikan kebun-kebuannya?” Ia menjawab, “Ya..! Maka Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Tsabit, “Ambil kembali kebun itu, dan Thalaq-lah isterimu satu kali!”</p>
<p>Dalam redaksi yang lain, Habibah bercerita banyak tentang sebab keinginannya bercerai dari Tsabit. Habibah berkata kepada Rasullullah, “Tampaklah apa yang tidak aku ketahui pada malam pengantin kami. Aku pernah melihat beberapa orang laki-laki,namun suamiku adalah lelaki yang paling hitam kulitnya,pendek tubuhnya, dan paling jelek wajahnya. Tidak ada satu kebagusan pun yang aku temui pada dirinya. Aku tidak mengingkari kebagusan akhlaq dan agamanya, Ya Rasullullah. Tetapi aku takut menjadi kufur jika tak bercerai darinya. Aku takut jika terus menerus bermaksiat padanya karena ketidaktaatan pada suami,dan aku tahu itu menyalahi perintah Allah Swt..”</p>
<p>Habibah begitu mengerti akan potensi dirinya. Ia tahu akan resiko yang kemungkinan besar terjadi sebagai konsekuensi dari bertemunya realita kondisi yang ia hadapi dengan watak, sifat, dan karakter dirinya. Maka ia bicara tentang sebuah hak yang memang semestinya ia peroleh. Ini tidak tercela. Bagaimanapun ada harapan-harapan tersendiri bagi seorang wanita untuk mendapatkan suami yang begini dan suami yang begitu. Siapapun tidak berhak mengatakan habibah berselera rendah karena ia menolak Tsabit ibn Qais semata karena alasan fisik. Dan sebenarnya alasannya lebih pada dirinya sendiri yang khawatir kufur pada Allah atas kondisi suaminya.</p>
<p>Dalam ungkapan Habibah, “Aku tidak mengingkari kebagusan akhlaq dan agamanya, Ya Rasullullah.Tetapi aku takut menjadi kufur jika tak bercerai darinya. “Ada hal lebih besar yang ia takutkan, yakni kufur pada nikmat Allah. Dan durhaka pada suaminya.</p>
<p>Habibah binti Sahl memilih untuk bertaqwa pada Allah dengan meminta cerai dari seorang suami yang sulit diterima oleh perasaannya. Dan itu pun bukan tanpa resiko. Bersuamikan Tsabit ibn Qais dalam bayangannya menuntut kesabaran yang tak tertanggungkan. Tetapi ia juga sadar, hidup tanpa suami membutuhkan kesabaran dalam bentuknya yang lain.</p>
<p>Selalu ada ruang, dan ruang itu berisi pilihan-pilihan. Tetapi, bicara tentang kemuliaan, tentu lebih dari sekedar bicara tentang hak. Inilah kisah tentang wanita kedua. Ada satu kasus menarik dari seorang shahabiyah Rasulullah yang dinikahkan oleh ayahnya tanpa persetujuan dari dirinya. Menarik. Karena ia mengungkap satu pelajaran besar tentang hak wanita untuk menentukan pilihan.</p>
<p>Ia memperjuangkan hak saudari-saudarinya itu agar mendapat ketegasan pengakuan dari Allah dan RosulNya. Dan jauh lebih menarik, karena ia mengungkap kemuliaan sebuah kata ridha kepada orang tua,dan keagungan kata sahabat atas ujian .</p>
<p>Dengarlah,dalam riwayat Imam An Nasa’i, ‘Aisyah bercerita dalam perasaan yang senada. Perasaan seorang wanita. “Ada seorang gadis remaja dinikahkan dengan seorang laki-laki. Ia kemudian berkata padaku, “sesungguhnya ayah telah menikahkanku dengan putera saudaranya agar martabatnya dapat terangkat melalui diriku. Tetapi aku tidak menyukainya..!” ”Aisyah lalu berkata, “Duduklah.!”</p>
<p>Hingga kemudian, datanglah Rasulullah Saw. Maka aku pun memberitahukannya kepada beliau. Rasulullah lalu mengutus seseorang untuk memanggil ayahnya agar hadir kerumah beliau. Ketika sang ayah hadir, Rasulullah Saw menyerahkan kembali urusan hal pernikahannya kepada sang gadis .</p>
<p>Tetapi gadis itu berkata. “Ya Rasulullah, sebenarnya aku telah ridha akan apa yang dilakukan ayah kepadaku. Hanya saja, aku berkeinginan untuk memberitahukan kepada para wanita, bahwa mereka memiliki hak dalam masalah ini.”</p>
<p>Ada hak dalam menolak pernikahan yang digagas orangtua. Tapi ada kemuliaan dalam mentaati orangtua dan berbakti pada mereka. Wanita agung ini memilih yang kedua. Bukannya tanpa resiko. Karena dalam pernikahan ini ianya harus membangun cinta, mengatur perasaannya dari titik tidak suka.</p>
<p>Begitulah. Selalu ada ruang diantara rangsangan dan tanggapan. Dan ruang itu berisi pilihan-pilihan. Maka itulah gunanya misteri takdir. Agar kita memilih diantara bermacam tawaran.</p>
<p><strong>Hanya Dia yang Bisa Memilih</strong></p>
<p>Di jalan cinta pejuang ada isyarat kemandirian dalam pilihan-pilihan itu. Hanya dia yang mandiri lah yang bisa memilih. Setidaknya kita harus memiliki dan merasa memiliki pilihan kita sendiri. Sebab jika tidak, pilihan-pilihan yang dikendalikan orang lain, pihak lain, atau kekuatan lain akan menyurukkan kita pada kesulitan-kesulitan tak berkesudahan.</p>
<p>Mengapa? Ketika tak ada rasa memiliki pada pilihan sendiri, kita jadi terseret arus, terbawa gelombang, dan kita tak mampu melawan hingga tersempyak-sempyak ke batu karang. Kita selalu tak siap menghadapi hal baru. Hatta selalu koyak dan pedih. Juga pilu.</p>
<p>Alkisah, seorang pemuda dihinggapi gelisah di saat kuliah. Godaan yang mengancam agama dan kehormatannya terasa kian keras mendera. Puasa dan beraktifitas positif telah dilakukannya.</p>
<p>Tetapi terkadang justru itu! Aktifitas Dakwah justru mempertemukannya dengan si jilbab biru yang selalu menunduk malu, si jilbab hitam yang elegan dan anggun, juga si jilbab coklat yang manis, lugu, dan lucu. Hatinya kian gerah.</p>
<p>Maka kepada ayahanda dan ibunda dikuatkannya hati untuk berkata, ”Pak..Bu.. boleh ga saya nikah sekarang?” Tentu saja ada empat mata yang terbelalak di ruang keluarga selepas Isya hari itu</p>
<p>”Heh&#8230;ngomong apa kamu? Nikah! Nikah! Gundhulmu itu!” Kepalanya menunduk.</p>
<p>”Mbok ya sadar, Nak..” kali ini terdengar lebih lembut.</p>
<p>Sang ibu,”Kamu itu masih kuliah masih semester berapa?! Bapak dan Ibu nggak pernah melarangmu ikut-ikutan aktivitas. Apa itu namanya&#8230;”</p>
<p>”Dakwah..”</p>
<p>”Iya Dakwah!!, tapi jangan aneh-aneh!! Nikah saat kuliah, memangnya anak istrimu mau dikasih makan apa? Dipikirkan yang dalam ya Na&#8230;jangan bicarakan lagi masalah nikah sebelum kamu lulus ya!”</p>
<p>”Tapi, banyak godaan Bu&#8230;Nggak kuat!”</p>
<p>”Puasa, puasa!! Katanya belajar agama, gitu aja nggak ngerti”</p>
<p>”Sudah Pak..sudah..” sang Ibu menarik tangan ayahnya. Lalu dia tinggalkan. Sendiri. Tergugu. Wajahnya panas. Matanya berkaca-kaca. Hatinya belah.</p>
<p>Beberapa semester berlalu, dan esok hari adalah wisuda yang dinanti-nanti. Maka malam ini adalah saatnya bicara, begitu sang pemuda bergumam dalam hati.</p>
<p>”Pak, saya sudah lulus&#8230;tentang pernikahan&#8230;?”</p>
<p>”Eh, lulus itu artinya kamu pengangguran baru!”</p>
<p>”Iya Nak..kamu konsentrasi cari kerja dulu ya..” Dan ia tak berkata-kata lagi. Harapan yang berkecambah telah tersiram air panas. Waktu berganti. Dan kini pekerjaan sudah dalam genggaman.</p>
<p>”Pak..Bu.. em&#8230;,saya kan sudah kerja sekarang..”</p>
<p>”Kerja apa? Serabutan gitu! Tidak nyambung dengan kuliahmu! Hh..dengarkan! bapak mau bicara baik-baik. Kamu cari pekerjaan yang mapan dulu, baru kita bicarakan pernikahan!” Pucuk daun harapan kembali pupus, hangus terbakar matahari. Tetapi Allah Maha Kuasa. Beberapa waktu berjalan, pekerjaan di sebuah instansi bergengsi pun didapat.</p>
<p>Dan berseri-seri wajah pemuda itu menghadap, ”Pak.. saya sudah bekerja seperti harapan Bapak..”</p>
<p>”Lha, kamu itu berangkat kerja saja masih pakai motor yang Bapak belikan. Nanti, ngomonginnya kalau kamu sudah punya mobil..”</p>
<p>Dan beberapa waktu kemudian. ”Pak..Bu.. Saya sudah punya mobil..”</p>
<p>“Tapi nanti mau tinggal dimana Nak..? Coba ya, kamu usahakan punya rumah dulu..” kali ini sang Ibunda yang lembut hati. Yang ia merasa hilang daya dan lumer sumsum kalau beliau sudah bicara. Ia menyerah lagi.</p>
<p>Hingga suatu hari..”Pak..Bu.. Rumahnya sudah jadi&#8230;!! Jadi, kapan saya dinikahkan?”</p>
<p>Bapak dan Ibunya saling berpandangan..dan mereka menangis, ”Aduh Nak&#8230;Umurmu sudah 55 tahun..siapa yang mau?”</p>
<p>Nah! Masukkankisah ini ke dalam daftar hal-hal yang tak boleh terjadi di jalan cinta pejuang. Saya tak meminta Anda menjadi penentang orangtua. Tidak. Ini bukan soal patuh dan tidak patuh, taat atau membangkang. Bukan disitu substansi masalahnya. Masalahnya, ada pada kemandirian kita. Bangunlah ia sejak kini, agar kita memiliki kuasa pada pilihan-pilihan kita sendiri. Jadilah anak yang berbakti juga mandiri.</p>
<p>Mulailah dari visi yang jelas, masa depan yang terencana, kedewasaan dan keberanian dalam bersikap. Begitulah jalan cinta Para Pejuang, Saudaraku.. Di jalan cinta para pejuang kita selalu berkelana dalam pilihan. Dan itu butuh keberanian&#8230;</p>
<p><strong>Ketika Aku Memilih</strong></p>
<p>Dalam setiap pilihan hidup, seorang mukmin beristikharah pada Alloh. Tetapi sholat istikharah itu hanyalah salah satu tahapan saja, sebagian dari tanda kepasrahannya kepada apa yang dipilihkan Alloh bagi kebaikannya. Untuk dunia, agama, dan akhiratnya.</p>
<p>Istikharah yang sesungguhnya dimulai jauh sebelum itu; dari rasa taqwa, menjaga kesucian ikhtiar, dan kepekaan dalam menjaga hubungan baik dengan Alloh. Ketika segala sebelumnya dijalani dengan apa yang diatur-Nya, maka istikharah adalah saat bertanya. Pertama, tentang pantaskah kita dijawab olehNya. Yang kedua, seperti apa jawab itu. Yang ketiga beranikah kita untuk menerima jawab itu. Apa adanya. Karena itulah sejujur-jujurnya jawaban. Di situlah letak <em>furqaan</em>, kepekaan khas orang bertaqwa.</p>
<p>Karena soalnya bukanlah diberi atau tidak diberi. Soalnya, bukan diberi dia atau diberi yang lain. Urusannya adalah tentang Bagaimana Alloh Memberi. Apakah diulungkan lembut dengan cinta, ataukah dilempar ke muka penuh murka. Bisa saja yang diberikan sama, tapi rasa dan dampaknya berbeda. Dan bisa saja yang diberikan pada kita berbeda dari apa yang diharap hati, tapi rasanya jauh melampaui. Di situlah yang kita namakan Barakah.</p>
<p><em>Di jalan Cinta Para Pejuang, ada taqwa yang menjaminkan barakah untuk kita&#8230;</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/madrasahperadaban.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/madrasahperadaban.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/madrasahperadaban.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/madrasahperadaban.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/madrasahperadaban.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/madrasahperadaban.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/madrasahperadaban.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/madrasahperadaban.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/madrasahperadaban.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/madrasahperadaban.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/madrasahperadaban.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/madrasahperadaban.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/madrasahperadaban.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/madrasahperadaban.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=143&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2009/12/09/berkelana-dalam-pilihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4fdcc09b60b6c1d52a63342670802be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madrasahperadaban</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mitsaqan Ghaliza di Madrasah Peradaban</title>
		<link>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2009/12/08/mitsaqan-ghaliza-di-madrasah-peradaban/</link>
		<comments>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2009/12/08/mitsaqan-ghaliza-di-madrasah-peradaban/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 05:58:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Segores Pena di Sebuah Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lentera Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://madrasahperadaban.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Dengan iringan do’a Terasa ringan langkah tiada beban Bersama kuncup melati mewangi Terasa harum lembut menawan Titihkan jejak keberanian Bersama menapaki janji suci Dengan rangkaian selaksa keindahan Maha suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan, dengan mengucapkan syukur atas kehendak-Nya dan diiringi niat suci mengikuti sunnah Rasul-Mu dalam rangka membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=140&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">Dengan iringan do’a </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">Terasa ringan langkah tiada beban </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">Bersama kuncup melati mewangi </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">Terasa harum lembut menawan </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">Titihkan jejak keberanian </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">Bersama menapaki janji suci </span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#0000ff;">Dengan rangkaian selaksa keindahan</span></p>
<p><em>Maha suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan, dengan mengucapkan syukur atas kehendak-Nya dan diiringi niat suci mengikuti sunnah Rasul-Mu dalam rangka membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, maka ijinkanlah kami ya Allah untuk menyempurnakan setengah agama kami  :</em></p>
<p> Mau tau lanjutannya???</p>
<p>klik <a href="http://doni-ihda.weddingannouncer.com">disini&#8230;.</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/madrasahperadaban.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/madrasahperadaban.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/madrasahperadaban.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/madrasahperadaban.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/madrasahperadaban.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/madrasahperadaban.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/madrasahperadaban.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/madrasahperadaban.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/madrasahperadaban.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/madrasahperadaban.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/madrasahperadaban.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/madrasahperadaban.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/madrasahperadaban.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/madrasahperadaban.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=140&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2009/12/08/mitsaqan-ghaliza-di-madrasah-peradaban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4fdcc09b60b6c1d52a63342670802be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madrasahperadaban</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Disini&#8230;.</title>
		<link>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2009/12/03/disini/</link>
		<comments>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2009/12/03/disini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 09:45:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Segores Pena di Sebuah Zaman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lentera Iman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://madrasahperadaban.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Disini, aku banyak belajar tentang Kesabaran tentang Kesyukuran tentang Kesungguhan tentang Pengorbanan tentang Ketulusan tentang Kekerabatan tentang Ketaatan tentang Pengertian tentang Keikhlasan, dan&#8230;.. tentang Kepasrahan&#8230;. Ya, disini&#8230; Dibangunan ini, perlahan kupahat pelajaran-pelajaran itu. Kuukir dengan senyuman, bahwa Dia pasti membimbingku tuk terus tak kenal lelah mempelajarinya. Ah, betapa indah hiasan-hiasan yang dikirimkanNya untukku yang membuatku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=138&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Disini, aku banyak belajar tentang Kesabaran</p>
<p>tentang Kesyukuran</p>
<p>tentang Kesungguhan</p>
<p>tentang Pengorbanan</p>
<p>tentang Ketulusan</p>
<p>tentang Kekerabatan</p>
<p>tentang Ketaatan</p>
<p>tentang Pengertian</p>
<p>tentang Keikhlasan, dan&#8230;..</p>
<p>tentang Kepasrahan&#8230;.</p>
<p>Ya, disini&#8230;</p>
<p>Dibangunan ini, perlahan kupahat pelajaran-pelajaran itu. Kuukir dengan senyuman, bahwa Dia pasti membimbingku tuk terus tak kenal lelah mempelajarinya. Ah, betapa indah hiasan-hiasan yang dikirimkanNya untukku yang membuatku tak henti-henti nya mengucapkan syukur. Sebuah simfoni indah dalam melodi kehidupan. Nyaring. Merdu. Yang membuahkan decak kagum dan keheranan betapa Maha KasihNya Dia&#8230;</p>
<p>Karena, Madrasah Peradaban memang dibangun untuk terus dipelajari&#8230;</p>
<p>Cikarang,1 Dec 2009 (20:57)</p>
<p>Syukron untuk Mba Dyar &amp; Mas Hendro atas tausyiahnya&#8230;..^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/madrasahperadaban.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/madrasahperadaban.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/madrasahperadaban.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/madrasahperadaban.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/madrasahperadaban.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/madrasahperadaban.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/madrasahperadaban.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/madrasahperadaban.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/madrasahperadaban.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/madrasahperadaban.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/madrasahperadaban.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/madrasahperadaban.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/madrasahperadaban.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/madrasahperadaban.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=madrasahperadaban.wordpress.com&amp;blog=7669622&amp;post=138&amp;subd=madrasahperadaban&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://madrasahperadaban.wordpress.com/2009/12/03/disini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4fdcc09b60b6c1d52a63342670802be?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">madrasahperadaban</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
