Gaza Akan Wisuda 12 Ribu Penghafal Al-Qur’an
01 Jul 2010 4 Komentar
in Lentera Iman
[ 28/06/2010 - 10:30 ]
Gaza – Infopalestina: Hampir 12 ribu penghafal al-Qura di Jalur Gaza, setelah mereka menyelesaikan tahap akhir pemantapan selama 60 hari selama berturut-turut. Mereka tersebar pada ratusan pusat penghafal tahfidz Al-Qur’an di Gaza. Termasuk kamp-kamp pengungsian yang dijadikan halaqah-halaqah hifdzil Qur’an. Mereka menamakan halaqah-halaqah tersebut “Generasi Qur’ani Untuk Al-Aqsha” yang berada dibawah pembiayaan pemerintah Palestina pimpinan Ismael Haneya dan langsung dibawah pengawasan departemen waqaf dan urusan agama Palestina.
Halaqah-halaqah ini mendapat sambutan luar biasa dari warga. Mereka berlomba-lomba mendaftarkan anak-anaknya pada halaqah tersebut, hingga banyak diantara para perserta yang ditolak, karena tempatnya sudah tak menampung lagi.
Sukses Besar
Sementara itu, Dr. Thalib Abu Syaer, menteri waqaf dan urusan agama Palestina mengatakan, kami sedang berupaya mewisuda sejumlah penghafal Al-Qur’an, setelah sebelumnya sukses selama beberapa tahun terakhir dan tentu kami merasa bangga.
Dalam wawancaranya dengan pusat infopalestina, menteri waqaf mengatakan, jauh-jauh hari kami sudah merencanakan dan menyusun perangkat-perangkat yang diperlukan dalam program kamp qur’ani. Ia berharap programnya ini bisa sukses.
Ia menyebutkan, ada sekitar 870 penghafal Al-Qur’an yang tersebar di 272 pusat tahfidz Al-Qur’an di Jalur Gaza (Rafah, Khanyunis, Gaza Tengah, Gaza, Gaza Utara).
Ia mengisyaratkan, pihaknya sedang mempersiapkan perhelatan akbar dan spectacular untuk memberkan penghargaan pada para penghafal Al-Qur’an. Ia mengungkapkan bangga atas prestasi para penghafal tersebut. ini adalah kebiasaan yang baik yang digalakan pemerintah Palestina melalui menteru waqaf dan urusan agama secara khusus.
Dear Ananda…
10 Jun 2010 3 Komentar
in Lentera Iman
Dear Ananda yang sedang berenang-renang di perut Ummi…
Apa kabarmu sayang?
Tadi malam Ummi melihatmu, melihat kepalamu, perutmu, kakimu….sungguh air mata Ummi ini tak terbendung ketika membayangkan sosokmu akan hadir ditengah-tengah keluarga ini. Air mata seorang bunda yang merasakan indahnya sebuah penciptaaan. Penciptaan dari Yang Maha Mencipta untuk sebuah ciptaan yang begitu sempurna. Ummi sangat bersyukur sekali Alloh masih memberikan nikmat ini.
Ananda…
@ Batik Day
27 Mei 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Lentera Iman
“Sehubungan dengan hari Jumat, 28 Mei 2010 merupakan hari libur nasional,
maka dengan ini diinformasikan penggunaan Baju Batik oleh seluruh karyawan dialihkan ke hari Kamis, 27 Mei 2010.
Demikian pengumuman ini disampaikan untuk menjadi perhatian.
Mari bersama-sama menjadikan **** sebagai tempat kerja yang menyenangkan.
”
Pengumuman dari HRD itu sampai pada imelku. Hmppt…brarti pake batiknya hari kamis, pake batik yang mana ya? Hehe…maklum punya batik banyak, lebih dari satu (dibawah 5 ding…mau nyombong gak jadi ^^). Beginilah suasana tempat kerjaku. Banyak yang pro dan kontra, salah satunya diriku…^^. Sebenernya sih, enjoy-enjoy aja pakai batik, karena memang suka sekali dengan batik. Apalagi itu merupakan kekayaan khasanah Indonesia, hm….
“Senyuman…Dari Hati”
25 Mei 2010 2 Komentar
in Lentera Iman
“De, awali pagi hari itu dengan senyum dan ceria. Karena hal itu akan berdampak pada aktifitas kita sepanjang hari. Jika hati pagi-pagi sudah diliputi senyum dan ceria, maka segara urusan akan riang dikerjakan, tidak menjadi beban berat”
Sekilas terngiang kembali nasehat suamiku pagi itu. Hm….senyuman dipagi hari memang akan menuai keriangan sepanjang hari. Dimana setiap hari pasti saja ada masalah yang akan kita hadapi (ga ada masalah, namanya bukan kehidupan donk..^^).
Ngomong-ngomong soal senyuman, ada berbagai macam tipe dalam kehidupan kita yang berhubungan dengan si sunggingan dua bibir itu di rona wajah kita itu. Ada orang yang ketika mendapat musibah dia tersenyum, itu senyum kegetiran. Ada yang menarik kedua ujung bibirnya disertai dengan memincingkan mata dan tautan alis yang menandakan senyuman kelicikan. Ada juga yang tersenyum sambil berkedip-kedip dengan alis berpadu kebawah yang mengartikan senyum memelas. Pun, ada pula yang senyum-senyum sendiri (mau itu campur sedih, marah, no comment) sambil tatapannya kosong, hiy….itu mah “Orgil”, hehehe….
Jangan Takut Gelap
08 Mei 2010 1 Komentar
in Lentera Iman
Hai kawan jangan takut jangan resah
Bila lampu kamar mulai dipadamkan
Ku kan slalu menyanyikan lagu ini
Bila nanti kau tertidur berslimut mimpi
Hm….rekans tau kan lirik ini? Sebuah lirik yang mengingatkan kita pada bocah kecil Tasya yang lucu dan imut (bukan yang digambar lho…^^) memberikan nasehat pada kita kalau mau tidur jangan nyanyi2 sendiri(maksudnya??), he….becanda.
Gini, tulisanku kali ini akan berkisah tentang gelapnya kamar saat tidur, maksudnya adalah manfaat kalau kita tertidur dengan kondisi gelap (lampu tidak menyala).
Hal ini bermula dari obrolanku dengan teman kerja. Awalnya, kita bahas tentang cara pemasangan lampu, trus beralih ke lampu-lampu yang bermerk dengan kualitas Ok punya, trus beralih lagi ke topik tidur dengan kondisi lampu menyala (hupfhhh…dasar ibu-ibu, kalau dah kumpul ya ngobrolnya ngalor-ngidul
). Jadi intinya yang mau diambil disini bahwa, temenku itu tidak akan bisa tidur kalau lampu menyala. Dia akan merasa gelagapan saat bangun jika lampunya dimatikan, banyak nyampuk kalau gelap dan merasa seram atawa takut kalau-kalau ada “uha-uha” (silakan terjemahin sendiri).
Pa Kabar Tulisanku?
07 Mei 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Lentera Iman
”Nulis…???ada apa dengan penulisan? Bukankah itu tinggal ketik mengetik aja?”
”Arrrgh…bukan…bukan itu maksudnya.”
”Nulis itu ya nulis, merangkai sebuah huruf menjadi kata-kata, lalu menjadi lagi sebuah kalimat.”
”Tapi gimanapun kalimatnya, mestinya itu bermakna, membawa banyak kebaikan, bukan asal nulis aja.”
”Ya udah, sono nulis, mulai nulis, gitu aja kok repot.”
”Bukan itu masalahnya. Em….susah ngungkapinnya nih. Nulis sih emang gampang, tapi ga bisa ngalir begitu aja kalau ga diasah dan dipaksa.”
”Ya udah mulai gih. Semangat dong…”
Hm…pikiran itu terus saja berkecamuk, antara yang memudahkan dan yang dibikin sulit. Nulis itu emang gampang-gampang susah. Gampang, tinggal ketik. Susah, mikirin apa yang harus diketik (nah lho??). Inspirasi…!! ya inspirasi nya masih butek nih. Terkadang terbersit dalam lintasan pikiran (cie…dramatisir banget) apa yang mau ditulis. Ketika dijalan nemu sebuah hikmah, dalam hati udah bertekad : ”ah, akan ku tulis nih di blog” ataupun ketika denger curhatan teman: ”hm…bagus juga nih kalau diambil pelajarannya, nanti ditulis ahhh…”
Tapi apa sodara-sodara…??? kagak ade atu pun yang nyangkut ni blog. Alesannya : sibuklah, waktunya kurang lah, males lah, ga dapet kata-kata bagus lah, ruhiyah belum kuat lah, dll yang merupakan sebuah alibi ketidakseriusan dalam tekad memberi hikmah, hhhhh…astaghfirulloh…
Daftar Anggota DPR RI PKS Berikut Komisi-komisinya
26 Feb 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Lentera Iman
BIDANG POLITIK DAN KEAMANAN (KORPOLKAM) : Kordinator Drs. H. Priyo Budi Santoso
Komisi I (Pertahanan, Luar Negeri & Informasi)
Almuzammil Yusuf (Kapoksi), M. Hidayat Nurwahid, Luthfi Hasan Ishaq (KETUA KOMISI), Kemal Azis Stamboel
Komisi II (Pemerintahan dalam Negeri, Otonomi Daerah, Aparatur Negara, & Agraria)
Agus Purnomo (Kapoksi), Gamari Sutrisno, Mahfudz Sidik, Tossy Aryanto, Aus Hidayat Nur
Komisi III (Hukum & Perundang-Undangan, Hak Azasi Manusia, & Keamanan)
Fahri Hamzah (WAKA KOMISI), Buchori Yusuf (Kapoksi), Adang Darajatun, M. Nasir Djamil, Sunmanjaya
BKSAP (Badan Kerjasama Antar Parlemen)
M. Hidayat Nur Wahid (KETUA BKSAP), Ma’mur Hasanudin (Kapoksi), Herlini Amran, Adang Darajatun, Zulkifliemansyah
Lagi
Berkelana Dalam Pilihan
09 Des 2009 1 Komentar
in Lentera Iman
(Salim A. Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang, hal. 117-125)
Ya Allah,
Sesungguhnya Kau uji aku dengan nikmat-nikmat
Lalu aku bisa bersyukur
Itu lebih aku sukai,
Daripada Kau uji aku dengan musibah-musibah
Lalu aku harus bersabar
-Abu Darda, RA-
Jika kita ditimpa musibah atau dikaruniai nikmat, maka menisbatkannya kepada takdir dan ketetapan Allah adalah hal yang baik. Minimal, tidak masalah. Pada nikmat-nikmat itu kita berucap, “Alhamdulillah”. Dan atau menambahkan “jazakumullahu khairan”, ketika ada peran sesama yang terasa padanya.
Pada musibah-musibah itu kita berucap,”Innalillahi wa innalilaihi roji’un”. Tambahan, semisal ada yang menyergah, “Sebenarnya kalau kamu hati-hati, kamu pasti nggak jatuh!”, kita akan menjawab, “Iya, maaf. Saya memang kurang hati-hati. Tapi ini sudah ketentuan Alloh kok.”
Jawaban ini akan menjauhkan kita dari sesal kemudian yang tak berguna. Terlebih lagi, kita memang harus menutup “seandainya” atau “kalau saja”, agar tak menjadi gerbang hati penyambut syaitan. Sebaliknya, menisbatkan maksiat kepada takdir adalah perkara yang terlarang.
Adalah seorang santri suatu malam memanjat pohon rambutan di rumah Ustadznya. Dan ia membawa karung. Diunduhnya semua yang terjangkau oleh tangannya. Arkian santri – santri sekompleksnya pun kenyang rambutan malam itu. Keesokan harinya, tanpa penyelidikan yang muluk-muluk, para santri yang tak kebagian rambutan sudah menunjukkan tersangkanya pada Ustadz.
Sang guru bertanya, “Mengapa kau curi rambutan?”
“Takdir Ustadz..”
Sang Ustadz menjewer telinga santrinya, memuntirnya, sampai tubuh bersarung itu terputar-puntir mengikuti telinganya.
“Adao.. Sakit Ustadz. Kok saya dihukum? Padahal saya mencuri itu kan sudah menjadi takdir Allah?”
“Lho,jeweran ini juga takdir!” Begitulah takdir.
Hanya disebut begitu ketika sudah terjadi. Tapi dalam hal berbuat maksiat, janganlah kita menisbat. Karena selalu ada ruang di antara rangsangan dan tanggapan. Dan ruang itu berisi pilihan-pilihan. Maka itulah gunanya misteri takdir. Agar kita memilih di antara bermacam tawaran. Untuk menyusun cita dan rencana. Lalu bertindak dengan prinsip indah, “kita bisa lari dari takdir Allah yang satu ketakdir Allah yang lain, dengan takdir Allah pula.”
Antara Dua Wanita
Mitsaqan Ghaliza di Madrasah Peradaban
08 Des 2009 Tinggalkan sebuah Komentar
in Lentera Iman
Dengan iringan do’a
Terasa ringan langkah tiada beban
Bersama kuncup melati mewangi
Terasa harum lembut menawan
Titihkan jejak keberanian
Bersama menapaki janji suci
Dengan rangkaian selaksa keindahan
Maha suci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan, dengan mengucapkan syukur atas kehendak-Nya dan diiringi niat suci mengikuti sunnah Rasul-Mu dalam rangka membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah, maka ijinkanlah kami ya Allah untuk menyempurnakan setengah agama kami :
Mau tau lanjutannya???
klik disini….
Disini….
03 Des 2009 1 Komentar
in Lentera Iman
Disini, aku banyak belajar tentang Kesabaran
tentang Kesyukuran
tentang Kesungguhan
tentang Pengorbanan
tentang Ketulusan
tentang Kekerabatan
tentang Ketaatan
tentang Pengertian
tentang Keikhlasan, dan…..
tentang Kepasrahan….
Ya, disini…
Dibangunan ini, perlahan kupahat pelajaran-pelajaran itu. Kuukir dengan senyuman, bahwa Dia pasti membimbingku tuk terus tak kenal lelah mempelajarinya. Ah, betapa indah hiasan-hiasan yang dikirimkanNya untukku yang membuatku tak henti-henti nya mengucapkan syukur. Sebuah simfoni indah dalam melodi kehidupan. Nyaring. Merdu. Yang membuahkan decak kagum dan keheranan betapa Maha KasihNya Dia…
Karena, Madrasah Peradaban memang dibangun untuk terus dipelajari…
Cikarang,1 Dec 2009 (20:57)
Syukron untuk Mba Dyar & Mas Hendro atas tausyiahnya…..^^

Komentar Terakhir